Komunikasi
Non Verbal dalam Bentuk Bahasa Tubuh
Pendahuluan
Hubungan
antara bahasa tubuh dengan kehidupan sosial. Bahasa
tubuh merupakan bahasa yang sudah sejak lama digunakan,
namun beberapa abad yang lalu hanya ada sedikit pria dan wanita yang
memahami kekuatan bahasa-bahasa yang non verbal. Banyak orang merasa
tidak mengirimkan pesan-pesan non verbal karena mereka tidak banyak
memahami tentang bahasa tubuh. Perbedaan di antara pesan verbal &
non verbal akan menyebabkan pasangan bicara bingung dan membuat
interaksi terganggu. Bahasa tubuh membantu pembicara menjadi lebih
percaya diri, terampil dalam menyampaikan pesan secara jujur, dan
dapat menghindari salah paham ketika sedang berbicara dengan orang
lain dalam situasi apapun (Buckley, 2008). Bahasa tubuh dapat
berlawanan dengan apa yang diucapkan. Misalnya ketika harus bersikap
sopan dengan seseorang yang tidak disukai, mungkin secara verbal
seseorang dapat menggunakan kata-kata yang benar, namun tubuh
memberontak dengan berbagai cara. Misalnya menjabat tangan sebentar
saja, atau mencoba menghindar dari tatapan matanya. Dalam hal ini
bahasa tubuh berlawanan dengan bahasa ucapan sehingga terbentuk dua
tanda yang berbeda.
Tubuh
dan Bahasa Tubuh
Menurut
Buckley (2008), terdapat beberapa bahasa tubuh yang ditunjukkan dari
beberapa anggota tubuh, yaitu:
Kepala.
Bagian
tubuh ini digunakan sebagai tanda individu menegaskan atau menolak
informasi yang telah diberikan, menunjukkan minat atau ketertarikan
pada apa yang sedang dibicarakan.
Wajah.
Bagian tubuh ini adalah bagian yang menunjukkan emosi seseorang.
Salah satu contonhnya adalah tatapan mata saat sedang berkomunikasi.
Pundak.
Bagian
tubuh ini sering digunakan untuk menunjukkan ketidaktertarikan
seseorang pada pembicaraan.
Lengan.
Bagian
tubuh ini digunakan untuk mengekspresikan emosi, dan digunakan untuk
membuat diri terlihat lenih berkuasa.
Tangan.
Bagian
tubuh yang sering digunakan untuk mengekspresikan emosi, untuk
menunjukkan persahabatan serta ketidaksenangan.
Bentuk-Bentuk
Bahasa Tubuh
Menurut
Beliak dan Baker (1981), terdapat 3 bentuk dan tipe umum dari bahasa
tubuh (1) kontak mata, (2) ekspresi wajah, (3) gerakan anggota tubuh.
Kontak
mata. Meliputi
suatu keadaan penglihatan secara langsung antar orang (selalu pada
wilayah wajah) disaat sedang berbicara. Kontak mata sangat menentukan
kebutuhan psikologis serta efek dari komunikasi antar pribadi.
Melalui kontak mata, individu dapat menangkap berbagai pesan yang
dialami dari lawan bicara, misalnya pandangan sayu, cemas, takut
ataupun terharu. Kontak mata sebagai salah satu bentuk simbol
komunikasi non verbal dapat mempengaruhi perilaku dan kepercayaan
individu dalam berkomunikasi.
Ekspresi
wajah. Meliputi
pengaruh raut wajah yang ditunjukkan pada saat berkomunikasi secara
emosional atau bereaksi terhadap suatu pesan. Melalui wajah, dapat
tercermin bagaimana perasaan dan pikiran dari seorang individu.
Gerakan
anggota tubuh. Gerakan
atau yang sering kita dengar dengan istilah gestures
merupakan
bentuk perilaku non verbal pada gerakan tangan, bahu, jari-jari.
Secara sadar maupun tidak, kita sering menggunakan gerakan anggota
tubuh ketika ingin menekankan suatu pesan. Setiap individu memiliki
cara-cara yang bervariasi dalam menggerakkan anggota tubuh dan
menggunakannya sebagai alat bantu ketika mereka sedang berbicara.
Kunci
Menguasai Kemampuan dalam Bahasa Tubuh
Motivasi.
Individu
harus memiliki suatu keinginan untuk berkembang dalam kemampuan
berkomunikasi non verbal. Individu harus memiliki target, feedback
mengenai
kesuksesan dan kegagalan, dan latihan.
Mengembangkan
kemampuan menganalisa. Kemampuan
membaca bahasa tubuh individu lain merupakan salah satu komponen
terpenting dalam menguasai bahasa tubuh. Individu harus lebih jeli
dan memperhatikan feedback
yang diterima.
Penyampaian
yang tepat.
Seorang individu harus mampu menyampaikan pesan non verbal melalui
ekspresi wajah, postur tubuh, gestures,
dan nada bicara. Kemampuan ini berhubungan erat dengan kemampuan
menganalisa, ketika individu dapat menyampaikan pesan secara efektif
maka hal itu akan membantu si individu memahami dan membaca bahasa
tubuh individu lain.
Kesimpulan
Dalam
berkomunikasi, seorang individu tidak hanya akan berkomunikasi secara
verbal tetapi juga secara non verbal. Komunikasi non verbal ialah
penyampaian pesan tanpa menggunakan kata-kata yang tercermin pada
bahasa tubuh. Bahasa tubuh digunakan pada saat kata-kata tidak dapat
lagi menggambarkan perasaan seorang individu. Setiap individu harus
memiliki kemampuan komunikasi non verbal yang baik, apabila tidak
dapat menimbulkan konflik yang tidak diinginkan. Kesalahan dalam
menggunakan bahasa tubuh dapat berakibat fatal karena dapat
mengganggu kelangsungan komunikasi antar individu dan menimbulkan
kebingungan dalam berinteraksi.
Daftar Pustaka
Buckley,
S.G. (2008). Bahasa
tubuh: Panduan lengkap memahami komunikasi non verbal untuk meraih
kesuksesan karir, asmara, kehidupan sosial, dan pribadi. Jakarta:
Cerdas Pustaka.
Costanzo,
M. (1992). Training students to decode verbal and nonverbal cues:
Effects on confidence and performance. Journal
of Educational Psychology,
84, 308-313.
Setianti,
Y. (2007). Bahasa
tubuh sebagai komunikasi non verbal. (Skripsi
tidak diterbitkan).
Universitas
Padjajaran, Bandung.
No comments:
Post a Comment