Monday, October 6, 2014

Pengetahuan dan Inteligensi Manusia

Pengetahuan adalah perseptif ketika muncul secara spontan,untuk kita menyesuaikan diri kita secara langsung dengan situasi yang disajikan dan menyatakan diri nya lebih melalui gerakan tangan,tingkah laku,gerak-gerakan,sifat-sifat,tindakan,dan jerit teriakan daripada dengan perkataan yang dipikirkan keterangan yang jelas.
Pengetahuan reflektif adalah ketika dia membuat obyek kodrat dari manusia realitas apapun juga dan mengungkapkan nya dalam bentuk ide,konsep,definisi dan putusan maupun bentuk lambang,mitos atau karya seni.
Pengetahuan diskurtif adalah ketika dia memperhatikan suatu obyek dar benda kemudian suatu aspek yang lain ketika dia pergi dan datang dari keseluruhan ke bagian-bagian dan dari bagian-bagian.
Pengetahuan adalah induktif ketika ia menarik yang universal dari yang individual,sedangkan deduktif ketika ia menarik dari yang umum ke universal

ARTI PENGETAHUAN

Pengetahuan adalah :

  • Suatu kegiatan yang mempengaruhi subjek dalam dirinya.
  • Sesuatu kentetuan yang memperkaya eksistensi subjek.
  • Suatu kesempurnaan yang mengembangkan eksistensi.

PENGETAHUAN DARI SEGI SUBJEK

Yang menyebabkan sesuatu menjadi diketahui adalah bentuk esidosnya atau morphe(Yunani),species(Ltn) yang berarti aspek dari satu benda dan apa yang dibentuk oleh benda dan apa yang ada pada benda itu memiliki kekhasan. Bentuk dari satu benda itu menunjukan kepada kita orientasi,tujuan dan arti benda itu. Benda suatu benda adalah bukan hanya apa yang memberi kodrat,tetapi juga memberikan kegiatan dan tujuan tertentu kepadanya.

BUKAN INTELEGENSI MANUSIA


Pengetahuan manusia adalah sekaligus indrawi dan intelektif.Pengetahuan indrawi dan pengetahuan intelektif bersifat sinergis,berkat indrawi pengetahuan manusia menyerupai pengetahuan hewan dan berkat keduanya(indrawi dan intelektif)
Sifat khas dari pancaindra adalah mencapai langsung kualitas ini atau itu dari obyek konkret yang sedang ditunjukan kepadanya,sedangkan sifat dari intelegensi menangkap kodrat obyek dan tetap menyimpannya dari dalam dirinya sehingga dapat dipertimbangkan baik dirinya obyek masih ada atau tidak.

SIFAT DAN OBJEK INTELEGENSI MANUSIA

Intelegensi manusia dewasa terletak pada obyeknya, orang dapat melihathak-hak yang dalam pada dirinya sendiri. Intelligere berasal kata “intus” berarti dalam. Legere berarti membaca dan menangkap. Intellegere arti nya “membaca” dimensi dalam segala hal dan menangkap artinya yang dalam.

PRINSIP PENEGASAN,PENILAIAN, SIMPULAN DAN PENALARAN

  • Prinsip Identitas
  • Prinsip alasan yang mencukupi
  • Prinsip kausilitas efisien
  • Prinsip-prinsip bersifat efiden,karena tidak dapat disangka tanpa dipergunakan sebagai alasan sangkalannya.



Sunday, October 5, 2014

My Eighth Class about Philosophy (II)

KEBEBASAN
-Jiwa dan Kebebasan
  • Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya
  • Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas
  • Karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas
  • Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanism
Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan” (Erich Fromm, The Fear of Freedom, 1960)

Artinya, kebebasan menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia.

-Pandangan Determinisme
  • Determinisme adalah aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya.
  • Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik ( Determinisme fisik-biologis,  psikologis,  sosial dan  teologis )
Kebebasan sebagai Eksistensi Manusia
Kelemahan determinisme:
  • Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia (paradoks tidak meniadakan kebebasan juga keharusan, bukan? )
  • Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
  • Menafikan adanya tanggung jawab (tak relevan menuntut tanggung jawab atas kesalahan, bukan?)
Kebebasan sebagai bagian eksistensi manusia

  • Manusia hidup dalam “kemungkinan dapat” atau berhadapan dengan pilihan berbeda bobot
  • Adanya tanggung jawab (bagaimana kehidupan berjalan teratur tanpa adanya tanggung jawab?)
  • Makna perbuatan moral ada pada kebebasan  ( Pandangan Immanuel Kant tentang kebebasan dan kehidupan moral )
Apa Arti Kebebasan ??

  • Pengertian umum / Kebebasan negative / tidak ada hambatan (tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan, tidak ada aturan). Tapi ini bukan kebebasan eksistensial
  • Pengertian khusus / kebebasan eksistensial : Penyempurnaan diri, kesanggupan memilih dan memutuskan, kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan (kebebasan / hak-hak dasar seperti ditegaskan Franz Magnis-Suseno)
Jenis – Jenis Kebebasan
  • Kebebasan horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual) dan kebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)
  • Kebebasan eksistensial (kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang lain )
  • Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial: 
          1.Melibatkan pertimbangan
          2.Mengedepankan nilai kebaikan
          3.Menghidupkan otonomi
          4.Menyertakan tanggung jawab
 

Kebebasan Sosial

Kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif
4 alasan adanya pembatasan kebebasan sosial:
  • Menyertakan pengertian
  • Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
  • Menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
  • Terkait dengan hakikat manusia sebagai mahkhluk sosial

http://freedom40journey.files.wordpress.com/2013/01/balloons-beach-beauty-freedom-happiness-favim-com-268585-1.jpg


                                "The Freedom to be yourself is a gift only you can give yourself. But once you do, no one can take it away - Doe Zantamata"

Sumber :
Slide show dan penjelasan oleh Bapak Bonar Hutapea, M.Si. Psi

My Eighth Class about Philosophy (I)

MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA
 
-Kekayaan dan Kompleksitas Afektivitas Manusia

Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektivitasnya. Afektivitaslah yang membuat manusia ‘berada’ di dunia, berpartisipasi dengan orang lain dan memdorong orang untuk mencintai, mengabdi, dan menjadi kreatif. Meninjau ciri khas kebenaran afektivitas yang disebut ‘suasana hati’. Orang yang bersuasana hati baik adalah orang yang memiliki kemampuan bekerja dengan baik.

-Yang Bukan Perbuatan Afektif

Cinta membuktikan diri dalam perbuatan. Cinta mendahului perbuatan – perbuatan. Seringkali afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa: Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tetapi juga menyangkut hal yang spiritual.

-Yang Merupakan Perbuatan Afektif
 
Hidup afektif atau afektifitas adalah seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya. Perbuatan afektif sedikit mirip degan  ‘perbuatan mengenal’  karena dianggap perbuatan vital/imanen. Tapi perbuatan afektif beda dengan  ‘perbuatan mengenal’  karena perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan pada ‘perbuatan mengenal’ subyek membuka diri pada obyek.

-Kondisi Afektivitas Manusia

Agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek perbuatan afektifnya. Kesenangan tidak harus dicurigai. Saya hidup dibawah ‘cara afektif ’ kesenangan, bila saya sungguh bersatu dalam perasaan dan pikiran dengan apa yang baik bagi saya. Kesenangan adalah perasaan yang dialami subyek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik.

Sumber:
Slide show dan penjelasan oleh Dr.Raja Oloan Tumanggor