Sebelum masuk ke materi yang dipelajari, mari kita simak dulu dialog yang telah kelompok Fantastic Four siapkan untuk kalian para pembaca :D
DIALOG JIWA DAN BADAN
Jiwa :”Aku murung karena badan merokok.”
Badan
:”Ohh maaf, aku
tidak bisa menahan kebutuhanku untuk merokok.”
Jiwa :“Cobalah untuk berhenti, aku menjadi susah
untuk bekerja maksimal, fungsiku menjadi
terganggu.”
Badan : “ Tapi
tanpa rokok aku tidak bisa, zat –zat dari benda itu yang membuatku ingin terus mengisapnya.”Jiwa : ”Tolongg hentikann… karena badan, jiwa bisa hancur, jiwa semakin sulit untuk berkonsentrasi, berpikir dan tidak bebas.”
Badan :” Baiklah karena hubungan kita dekat, Badan akan mengurangi jumlah rokok yang dihisap.”
Jiwa : “Terima kasih Badan. Jiwa berharap Badan bisa berjuang melawan rokok itu.”
Badan :” Iyaa Jiwa, Badan akan berjuang melawannya demi kebaikan Jiwa.”
Jiwa :” Jiwa akan memperingatkan bila Badan melakukannya lagi. Badan pasti bisaaa….”
Badan :”Hahaha… terimakasih Jiwa, kita harus terus saling memperingatkan dan memperhatikan yaa..”
Jiwa :”Tentu saja, Badan. Sekarang, Jiwa dapat berfungsi dengan baik dan maksimal.”
Badan dan Jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia dan membentuk keutuhan dari pribadi manusia.
Dua aliran pandangan:
1.) Monisme
Aliran yang menolak bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia
Tiga bentuk aliran monisme:
- Materialisme: Menetapkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada (fisikalisme). Jiwa bersumber dari materi.
- Teori Identitas: Menekankan hal berbeda dari materialisme, tapi mengikuti aktivitas mental manusia. Ini menjadi ciri khas manusia. Badan dan jiwa merupakan dua elemen yang sama.
- Idealisme: Ada hal yang tidak dapat diterangkan semata mata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai dan makna. Rene Descartes (Peletak dasar dari idealisme)
2.) Dualisme
Badan dan jiwa adalah dua hal yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya dalam pengertian dan objek.
Empat cabang dualisme:
- Interaksionisme: Fokus pada hun]bungan timbal balik antara badan dan jiwa
- Okkasionalisme: Memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa.
- Paralelisme: Sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia.
- Epifenomenalisme: Melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf. Satu-satunya unsur untuk menyelidiki proses kejiwaan adalah syaraf.
Badan Manusia: Elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia. Kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk. Membicarakan tubuh adalah membicarakan diri.
(Gabriel Marcel)
Jiwa manusia: Tanpa jiwa, badan manusia tidak memilik apa-apa. Jiwa harus dipahami sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia.
Kesimpulan dari materi ini adalah, badan dan jiwa merupakan satu kesatuan yang membentuk eksistensi manusia. Oleh karena itu, untuk memperoleh badan yang sehat, mulailah dari dalam jiwa kita.
Sumber : Diambil dari slide powerpoint bahan kuliah oleh Dr. Raja Oloan Tumanggor 25 September 2014










