Sunday, September 21, 2014

My Third Class about Philosophy (Kebenaran)

KEBENARAN

Di dalam kehidupan kita pasti pernah berjumpa dengan kata-kata seperti "Saya rela mati demi membela kebenaran", hal ini lah yang menunjukkan seberapa penting dan berharganya kebenaran di dalam hidup kita.
Kebenaran, adalah suatu patokan untuk menilai sifat atau kualitas dari suatu proposisi atau makna(isi) pernyataan digunakan istilah benar atau salah.
Suatu konsep tidak dapat dinilai benar atau salah, konsep hanya dapat dinilai jelas atau kabur, memadai atau tidak memadai.

Kebenaran sebagai sifat pengetahuan disebut kebenaran epistemologis. Secara umum, kebenaran biasanya dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipirkan dan dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya.
Kata Yunani untuk kebenaran adalah alètheia.


 
Pengertian Plato tentang kebenaran secara etimologi bahwa alètheia berarti “ketaktersembunyiaan adanya” atau “ketersingkapan adanya
Menurut Plato bahwa selama kita terikat pada “yang ada” dan tidak masuk pada “adanya dari yang ada”, kita belum berjumpa dengan kebenaran, karena “adanya” itu masih tersembunyi.Kebenaran dalam konsep Plato dimengerti sebagai terletak pada obyek yang diketahui, atau pada apa yang dikejar untuk diketahui. Kebenaran sebagai ketidaktersembunyiaan adanya itu tidak dapat dicapai manusia selama hidupnya di dunia ini.






Aristoteles dalam memahami kebenaran lebih memusatkan perhatian pada kualitas pernyataan yang dibuat oleh  subyek penahu ketika dirinya menegaskan suatu putusan entah secara afirmatif atau negatif.






Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran dibedaakan menjadi dua, yaitu kebenaran faktual dan kebenaran nalar.Kebenaran faktual adalah kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata sebagaimana dialami manusia (yang biasanya diukur dengan dapat atau tidaknya secara inderawi). Kebenaran faktual kepastiannya tidak pernah mutlak dan tetap diterima sebagai benar sejauh belum ada alternatif pandangan lain yang menggugurkannya. Kebenaran nalar adalah kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia, tetapi dapat menjadi sarana yang berdaya guna untuk memperoleh pengatahuan yang benar tentang dunia ini.Kebenaran yang terdapat dalam logika dan matematika. Kebenarannya di dasarkan pada penyimpulan deduktif.



Menurut Thomas Aquinas, kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu kebenaran Ontologis (Veritas Ontologica) dan kebenaran Logis (Veritas Logica)








Kebenaran ontologis merupakan kebenaran yang terdapat dalam kenyataan, entah spritual atau material, yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui. 
Kebenaran logis sebagai kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu, dalam bentuk adanya kesesuaian antara akal budi dengan kenyataan.

Kaum Eksistensial menyatakan bahwa kebenaran (kebenaran eksistensial) merupakan apa yang secara pribadi berharga bagi subyek konkrit yang bersangkutan dan pantas untuk dipegang teguh dengan penuh kesetiaan.

-Kekasihan dan Kekeliruan-

Kekeliruan perlu dibedakan dengan kesahihan. Pada umunya kekeliruan berati menerima sebagai benar apa yang dinyatakan salah atau  menyangkal apa yang senyatanya benar. Kekeliruan adalah segala sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu, sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut. Kekeliruan dapat dikarenakan gegabah dalam menegaskan putusan tentang suatu perkara.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekeliruan:
1. Sikap terburu-buru dan kurang perhatian dalam salah satu tahap atau keseluruhan proses  kegiatan mengetahui
2. Sikap takut salah yang keterlaluan atau sebaliknya sikap terlalu gegabah dalam melangkah. Sikap yang pertama menyebabkan orang menganggap belum cukup bukti untuk dapat menerima kebenaran padahal sebenarnya sudah cukup, sedangkan sikap yang kedua terlalu cepatr merasa cukup  menegfaskan benar atau salah, padahal belum cukup bukti.
3.  Kerancuan atau kebingungan akibat emosi, frustasi, perasaan yang entah mengganggu konsentrasi  atau membuat kurang terbuka terhadap bukti-bukti yang tersedia.
4. Prasangka dan bias-bias, baik individu maupun sosial.
5. Keliru dalam penalaran atau tidak mematuhi aturan-aturan logis.

Sumber :
Diambil dari slide powerpoint bahan kuliah tanggal 18 September 2014

10 comments:

  1. postingan novia kreatif bangettt, bagus lohh.. dikasih nilai 85 dehh

    ReplyDelete
  2. nice blog nov. rapi blognya, designnya juga bagus. kreatif kreatif hahaha kasih nilai 87 deh :)

    ReplyDelete
  3. bagusss blog nya noviaa,
    ku beri nilai 86 :)

    ReplyDelete
  4. blognya bagus trus ada gambar" tokohnya gitu. kasih nilai 85 deh.

    ReplyDelete
  5. blognya mudah dimengerti, rapi, gambarnya juga sesuai, aku kasih nilai 85 deh :D

    ReplyDelete