Jurnal yang penulis analisa berjudul "Makna Hidup Pada Pasangan yang Belum Memiliki Keturunan".
Teori Konstruksi pada topik ini adalah makna hidup seseorang yang mengalami gangguan fungsional dalam berkeluarga. Dari sudut pandang psikologis, kehadiran anak di dalam keluarga memang bisa semakin menyemarakkan suasana, kehadaran anak dalam rumah tangga menjadi suatu hal yang berarti bagi pasangan suami istri pada umumnya. Dengan memilik anak pasangan dapat memaknai hidup yang ditandai dengan hidup lebih berarti dan akhirnya menimbulkan rasa bahagia yang ditimbulkan pasangan setelah memiliki keturunan.
Latar belakang dari jurnal yang berjudul "Makna hidup pada pasangan yang belum memiliki keturunan" ialah bagaimana pasangan memahami makna hidup dengan keadaan belum memiliki keturunan. Hasrat untuk hidup secara bermakna bagi pasangan yang belum memiliki keturunan, mungkin saja menjadi salah satu faktor tidak terpenuhinya makna hidup seseorang. Kebermaknaan ketidakbermaknaan hidup dari pasangan dapat ditinjau dari kehidupan pernikahan mereka, sebab tujuan dari pernikahan sendiri, yang salah satunya adalah memiliki keturunan. Oleh karena itu kehadiran anak menjadi salah satu makna hidup dari pasangan suami istri. Budaya dan agama di Indonesia melihat kehadiran anak menjadi hal yang harus dalam kehidupan pernikahan seseorang, sedangkan pasangan yang tidak memiliki anak harus siap secara mental untuk menerima kritik dari masyarakat.
Dari penelitian ini, metode yang digunakan penulis jurnal adalah metode kualitatif. Data yang ada dikumpulkan dari wawancara mendalam dan observasi dari suatu keluarga. Hipotesis dari penelitian ini adalah hidup seseorang akan lebih bermakna jika dikaruniai keturunan, sebab kehadiran dari keturunan merupakan salah satu sumber pemaknaan hidup seseorang. Hasil penelitian yang dilakukan, dengan responden dua pasangan yang belum memiliki keturunan, pasangan dari kasus kedua memiliki makna hidup, sedangkan dari pasangan pertama hanya istri nya yang memiliki makna hidup. Untuk suami dari kasus pertama, tidak memiliki makna hidup yang disebabkan oleh ketidak puasan terhadap kondisi fisik. Dari penelitian ini, dihasilkan hipotesis yang tidak sesuai dengan penelitian.
Untuk menyimpulkan analisa jurnal ini, penulis menggunakan metode deduktif. Makna hidup pasangan hidup suami istri tidak ditentukan oleh ada tidaknya keturunan. Hal ini dikarenakan keturunan bukan satu-satunya sumber pemaknaan hidup. Komunikasi merupakan hal yang penting bagi pasangan suami istri terutama pasangan yang belum memiliki keturunan, komunikasi disini menjadi sarana berbagi dan saling melengkapi.
Sekian analisis jurnal dari penulis, mohon kritik dan sarannya. Terima Kasih :)
No comments:
Post a Comment