Subyektivisme
Pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu.
Ciri-ciri pendekatan subyektivisme:
- Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus
- Pengalaman subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri
- Prinsip subyektif tentang alasan cukup, karena pengalaman bersifat personal, benar secara pasti dan meyakinkan.
Ketika Rene Descartes berbicara mengenai berpikir, ia tidak bermaksud secara eksklusif pada penalaran saja, tetapi melihat, mendengar, merasa, senang atau sakit, kehendak (seluruh kegiatan sadar) masuk dalam kegiatan "berpikir".
- Realisme Epistemologis: Berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan "apa yang lain" dari diri saya.
- Idealisme Epistemologis: Berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di dalam suatu ide, yang merupakan suatu peristiwa subyektif murni.
Menurut Descartes, rasio atau pikiran adalah satu-satunya sumber dan jaminan kebenaran pengetahuan. Ia meragukan pengalaman inderawi dalam menjamin kebenaran pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang dunia luar kita.
Apabila paham subyektivisme hanya mau dikatakan tentang pentingnya peran subyek atau sisi subyektivitas pengetahuan, maka paham ini masih dapat diterima.
Obyektivisme
Merupakan pandangan yang menekankan bahwa butir-butir pengetahuan manusia-dari soal yang sederhana hingga teori yang kompleks.
Obyektivisme berpandangan bahwa obyek yang kita persepsikan melalui perantara indera kita itu ada dan bebas dari kesadaran manusia.
Ada 3 pandangan dasar Obyektivisme:
- Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subyektif
- Kebenaran itu datang dari bukti faktual
- Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi.
Sumber: Diambil dari slide powerpoint bahan kuliah tanggal 19 September 2014

ga perlu panjang-panjang penjelasannya aja udh jelas banget nih post nya ! 91 :)
ReplyDelete