Sunday, October 5, 2014

My Eighth Class about Philosophy (I)

MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA
 
-Kekayaan dan Kompleksitas Afektivitas Manusia

Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektivitasnya. Afektivitaslah yang membuat manusia ‘berada’ di dunia, berpartisipasi dengan orang lain dan memdorong orang untuk mencintai, mengabdi, dan menjadi kreatif. Meninjau ciri khas kebenaran afektivitas yang disebut ‘suasana hati’. Orang yang bersuasana hati baik adalah orang yang memiliki kemampuan bekerja dengan baik.

-Yang Bukan Perbuatan Afektif

Cinta membuktikan diri dalam perbuatan. Cinta mendahului perbuatan – perbuatan. Seringkali afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa: Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tetapi juga menyangkut hal yang spiritual.

-Yang Merupakan Perbuatan Afektif
 
Hidup afektif atau afektifitas adalah seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya. Perbuatan afektif sedikit mirip degan  ‘perbuatan mengenal’  karena dianggap perbuatan vital/imanen. Tapi perbuatan afektif beda dengan  ‘perbuatan mengenal’  karena perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan pada ‘perbuatan mengenal’ subyek membuka diri pada obyek.

-Kondisi Afektivitas Manusia

Agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek perbuatan afektifnya. Kesenangan tidak harus dicurigai. Saya hidup dibawah ‘cara afektif ’ kesenangan, bila saya sungguh bersatu dalam perasaan dan pikiran dengan apa yang baik bagi saya. Kesenangan adalah perasaan yang dialami subyek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik.

Sumber:
Slide show dan penjelasan oleh Dr.Raja Oloan Tumanggor

No comments:

Post a Comment